CO.CC:Free DomainGet paid To Promote at any Location

Kehilangan Libido, Hati-Hati Defisiensi Testosteron!

Bookmark and Share

MENURUNNYA hormon testosteron jelas dapat mengganggu kualitas dan fungsi seksual pria. Bisa dikatakan, testosteron merupakan hormon terpenting sebagai pembawa maskulinitas kaum adam. Simak bagaimana defisiensi testosteron terjadi dan bagaimana penanganannya.

Testosteron bertanggung jawab dalam masa peralihan (pubertas), dari usia anak-anak menjadi  dewasa. Hormon ini pula yang memicu pertumbuhan tulang, otot, rambut, dan gairah seksual. Keadaan tidak normal, seperti defisiensi testosteron, terjadi jika testis menghasilkan testosteron dalam jumlah sangat sedikit.

Banyak kemungkinan menjadi penyebabnya, misal keturunan, zat kimia toksik, tumor, operasi, pertambahan usia, dan sebagainya. Gejala-gejala umum defisiensi testosteron, antara lain hilangnya hasrat seksual, disfungsi ereksi, mengecilnya otot, peningkatan lemak tubuh, perasaan depresi dan mudah marah, anemia, dan pengeroposan tulang (osteoporosis). Dalam keadaan ini, produksi sperma juga terganggu.

Jika defisiensi testosteron terjadi sebelum masa pubertas, kedewasaan seksual akan tertunda bahkan tidak muncul, serta terganggunya pertumbuhan tinggi badan. Sementara defisiensi testosteron yang terjadi setelah masa pubertas, kemungkinan akibat faktor keturunan atau alasan-alasan tertentu. Gejala yang terjadi, biasanya gangguan tidur, kelelahan kronis, mudah tersinggung, tegang, perasaan tidak berdaya, kehilangan libido dan kejantanan, dan juga rasa panas di sekitar dada dan leher yang terus menerus. Kekuatan otot, pertumbuhan jengot, dan performa secara keseluruhan juga akan menurun. Kulit pun akan menjadi kering dan kasar.

Secara bertahap, terjadi pertambahan berat badan dengan massa otot yang hilang dan proporsi lemak tubuh yang bertambah. Jumlah jaringan lemak akan bertambah, terutama pada area perut dan pinggul. Mereka yang mengalaminya mengeluhkan perasaan depresi, tidak puas, tidak mampu berkonsentrasi, dan tidak dapat mengingat dengan baik.

Lantas, bagaimana solusinya? Dengan terapi testosteron, tubuh mendapat masukan yang cukup setelah kehilangan hormon. Jumlahnya akan meningkat di dalam darah, sama seperti testosteron yang diproduksi oleh testis pria normal. Maka dari itu, bagi Anda kaum pria sangat dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan kadar testosteron ke dokter karena ini erat kaitannya dengan kebahagiaan rumah tangga bersama pasangan

Baca Juga Artikel Yang Lainnya



0 komentar:

Posting Komentar